Header Ads Widget

Time to share 2

Time to Share II

Oke halo rekan-rekan yang selalu berbahagia tapi 
boong, awkwkwkwk. Jadi ini kali kedua kita bakal sharing tentang suatu hal. Minat minat ? oke check it up. 

Jadi aku akan coba memberi efek yang sedikit memutar balikkan semuanya, tanpa lupa dengan apa yang sebenarnya ada dan apa yang di eluhkan sebagai hal yang baik dan benar. Aku akan bahas sesuai dengan kapasitasku yak. (Apapun yang aku tulis di sini belum tentu benar namun kalian juga tidak berhak menganggap ini salah, if u think apa yang kutulis nantinya salah, merusak tatanan fikiran, batin dan jiwa kalian, maka segera skip dan lupakan saja apa yang telah kalian baca disini nantinya. Namun alangkah lebih baiknya, jika nanti kalian menyaring, mengkaji dengan diri kalian tentang apapun yang tengah kalian hadapi dengan seksama, tanpa lupa dengan setiap kebijaksanaan dan kebijakan yang kalian miliki. Selamat mengeksplore diri kalian!)

 Mari kita ulas sedikit, tentang kapan sih sebenarnya hal yang baik dan buruk itu ada? Kapan sih bersih dan kotor itu ada ? atau kapan sih benar dan salah itu mulai ada ? Karena menurutku pribadi, apapun yang terjadi dunia ini atau dunia manapun itu hanya ada hal yang baik saja. Sebab aku memegang salah satu prinsip yang dimana “Tuhan selalu menitipkan, menghadapkan, menunjukkan segala sesuatu yang terbaik untuk masing-masing ciptaannya”. Untuk itu apapun yang ada dan terjadi di dunia ini atau dunia manapun adalah yang terbaik jadi itu adalah hal yang baik akhirnya. Sehingga yang membuatnya tidak baik adalah ketidakmampuan diri dalam menerima apa yang tuhan hadapkan, ketidaksanggupan diri dalam memahami maksud tuhan tentang mengapa tuhan menghadapkan itu pada diri, ketidaksanggupan diri dalam meraba-raba apa alasan tuhan membuat semua itu dan apa alasan tuhan mengizinkan atau menghendaki setiap segala sesuatunya.

Kembali ke kapan baik, buruk, benar, salah, bersih, kotor terlahir. Kurasa hal itu terlahir setelah adam ada. Yang dimana ketika tuhan memerintahkan semua ciptaannya untuk tunduk pada adam, tapi iblis menolaknya, iblis membantahnya, iblis tidak mau tunduk pada adam. Seketika semua ciptaan berfikir bahwa iblis ini lalai, membangkang dan membantah atas apa yang tuhan perintahkan. Padahal jika lebih jernih dalam melihat itu, maka bukankah itu menunjukkan ketauhidan iblis yang lebih tinggi dari yang lain ? Yang dimana iblis tidak mau tunduk pada ciptaan manapun, selain pada tuhan yang telah menciptakan ia. Iblis sangat enggan untuk tunduk pada ciptaan yang tuhan bilang bahwa manusia derajatnya lebih tinggi dari ciptaan yang lain. Padahal, sebelum manusia terlahir, sebelum adam ada, iblis adalah yang paling dekat dengan tuhannya, iblislah yang paling tinggi ketauhidannya, iblislah yang paling tinggi wawasannya. Hanya karena satu hal yang dianggap tidak pas oleh ciptaan, akhirnya semuanya runyam. Namun, bagi iblis itu tidak masalah. Apalagi ketika tuhannya juga menghendakinya dan faham dengannya ketika ia membantah titah tuhannya. Akhirnya iblispun dengan kerendahan hati, dengan segala kehormatan dirinya, dengan segala kebijakan dirinya, akhirnya ia pun semakin ingin mengikuti drama yang dibuat tuhannya.Tuhan pun akhirnya berkata bahwa iblis tidak lagi berhak berada disurga, iblis tidak diterima disana dan dipindahkan ke neraka. Iblispun menyetujuinya, dengan berbagai syarat yang diajukan pada tuhannya. Dan tuhanpun menyetujui syaratnya. Sampai akhirnya iblis dipandang tidak baik, dipandang kotor, dipandang hina, dipandang rendah, dipandang remeh. Iblispun rela menerima semua cap yang diberikan ciptaan yang lain terhadapnya, dan iblis tidak mendendam, ia hanya sering menjaili ciptaan yang lain untuk menyentil atau menyindir yang lain. Iblis begitu penuh dengan kearifan, penuh dengan kebijaksanaan, penuh rasa hormat. Ketika pembantahannya dianggap pembangkanganpun iblis dengan lapang menerima dan melanjutkan dramanya dengan sempurna hingga tenggat waktu yang telah dijanjikan.

Mari kita lanjut ke benar dan salah atau baik dan buruk lagi. Mari kita ulas sedikit tentang kejadian yang ada di bumi, entah ini sudah selesai atau masih terjadi aku tidak tau bagaimana pastinya, namun kurasa sampai sekarang masih terjadi secara terorganisir dengan rapih dan terstruktur dengan sangat baik. Mari kita ulas kasus tentang penculikan anak, yang dimana akhirnya anak-anak ini di mutilasi dengan rapih, yang dimana akhirnya organnya diambil untuk dijual dan tak lupa dengan setiap bagian tubuh yang memiliki nilai jual juga dijual. Kurasa hal yang seperti ini tidak akan bisa dimainkan oleh masyarakat biasa, yang dimana masyarakat biasa ini tidak memiliki power untuk melakukan itu secara berkala, kasusnya mungkin masih ada dan berjalan hingga sekarang, dan mungkin juga ada yang menyuruh para pelaku penculikan ada dalang yang lebih besar yang masih belum terlacak, mungkin saja. Nah menanggapi kasus ini, apakah ini adalah hal yang baik ? Hal yang benar ? Entahlah, tapi jikalau pertanyaannya “APAKAH INI MANUSIAWI?” Jawabku tentu saja tidak, itu sangat tidak manusiawi. Namun ingat, MANUSIA juga SANGAT SUKA LUPA DIRI. Kembali ke benar atau salah, mengapa aku tidak bisa memastikan ? Sebab, mari kita perluas sudut pandang. Jikalau diluar sana juga sangat banyak sekali manusia yang sakit, yang akhirnya manusia itu membutuhkan donor organ, namun sangat kesusahan untuk mendapatkan donor organ untuk dirinya. Hingga akhirnya ia berdoa pada tuhannya, ya tuhan mudahkanlah kami dalam mendapatkan donor organ, bukan hanya manusia yang sakit itu saja yang berdoa, bisa saja bukan kalau perawat yang merawatnya juga mendoakannya agar dimudahkan mendapat donor organ ?? Bisa juga bukan kalau doktor nya juga mendoakan, atau masih ada kemungkinan lain yang akan berdoa dengan doa yang serupa ? Lalu tuhan memberi dua cara, cara cepat tapi kotor dan cara lambat namun bersih. Seperti kasus tadi, bukankah bisa jadi kasus tersebut merupakan pengkabulan doa-doa ciptaannya ? Namun memang sangat kotor. Dan yang satunya adalah dengan memberikan ciptaan yang masa hidupnya tidak lama lalu memiliki kebesaran hati untuk mendonorkan organ yang masih bisa dipakai, atau mendekatkan ciptaanya yang memiliki kebesaran hati untuk mendonorkan organnya meski ia masih sehat. Sampai saat ini, aku sendiri kukuh, bahwa masing-masing kita tidak atau belum memegang kebenaran sejati, hal-hal benar yang kita anggap benar hanyalah serpihan dari kebenaran sejati. Ketika kita mengecap sesuatu sebagai hal yang baik dan benar, mungkin saja orang lain tidak menganggapnya sama. Dan sebaliknya ketika kita menganggap suatu hal itu salah, namun orang tidak menganggapnya sama. Jadi menurutku sendiri kita hanya bisa berusaha untuk mendekat sedekat mungkin dengan kebenaran, mendekat sedekat mungkin dengan faham. Sebab kebenaran sejati itu kurasa tidak akan dengan mudah dibagikan oleh tuhan. Sekian, Tulisan ini dibuat dengan penuh cinta tanpa mengurangi sedikitpunrasa cinta kepada semua ciptaan. Bila ada yang kurang berkenan, mohon di lupakan dan tidak usah dijadikan acuan untuk rame sendiri. Remember at-tin ayat terakhir.

Thanks ! See you next time !

FYI        : Gambar diatas
Anime  : Black clover
Char     : Kotodama no Akuma

Rizaru No Obafuro
RNO27122018

Posting Komentar

0 Komentar

'